You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Penggiat Seni Ajukan Petukangan Sebagai Wilayah Destinasi Wisata, Sejarah, Budaya dan Religi
photo Wuri Setyaningsih - Beritajakarta.id

Petukangan Diusulkan Jadi Destinasi Wisata Seni Budaya Silat Beksi

Penggiat seni dan keluarga besar Silat Beksi Petukangan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ingin wilayahnya dijadikan destinasi wisata budaya Betawi. Sebab kawasan ini memiliki sejarah perkembangan Silat Beksi yang merupakan ilmu bela diri khas Betawi.

Dari lima tokoh ini, kemudian Silat Beksi berkembang lebih luas,

Pendiri Sanggar Seni Betawi Fajar Ibnu Sena, Abdul Aziz menuturkan, Silat Beksi di Petukangan dibawa pertama kali oleh Haji Godjalih yang merupakan murid dari Ki Marhali sekitar tahun 1913. Kemudian ia mengembangkannya hingga memiliki murid Haji Hasbullah, Kong Nur, Kong Simin dan Mandor Minggu.

"Dari lima tokoh ini, kemudian Silat Beksi berkembang lebih luas. Makam kelima nya juga ada di Petukangan, dirawat dengan baik. Bahkan keturunannya ada di sini aktif menjaga tradisi Betawi," ujarnya, Jumat (3/5).

Lahan Pemprov DKI di Petukangan Utara Dipasang Plang Pengamanan Aset

Berdasarkan sejarah inilah, lanjut Aziz, banyak penggiat seni budaya Betawi yang ingin kawasan Petukangan jadi destinasi wisata budaya sejarah. "Ya sangat layak Petukangan diajukan sebagai destinasi wisata, budaya , sejarah dan religi," ungkapnya.

Para penggiat pun tidak hanya asal mengajukan. Mereka telah melakukan riset dan audiensi dengan Komisi B DPRD DKI, Pemkot Jakarta Selatan, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Sebelum diajukan, sambung Azis, pihaknya telah melakukan riset, audiensi dengan Komisi B DPRD Provinsi DKI, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, dan Pemprov DKI Jakarta. Selama audiensi mereka sangat mendukung. Selain itu pada tahun 2015 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Dirjen Kebudayaan telah menetapkan Silat Beksi menjadi Warisan Budaya Tak Benda Provinsi DKI Jakarta bersumber dari Petukangan.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengaku mendukung pengajuan tersebut, dan telah melakukan audiensi.

"Kita lihat dua hingga tiga bulan ke depan. Setelah itu skemanya seperti apa nanti Sudin Parbud Jaksel yang akan mengurusnya," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2051 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1022 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye922 personAnita Karyati
  4. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye919 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemprov DKI Segera Renovasi Jakarta Islamic Centre

    access_time16-07-2026 remove_red_eye798 personFakhrizal Fakhri